Kontribusi Mahasiswa Untuk Masyarakat

Mahasiswa merupakan tingkatan tertinggi dari sebuah usaha seseorang  untuk menuntut ilmu secara formal, setelah sebelumnya mengecap pendidikan di SD, SMP, dan SMA. Walaupun tentunya suatu upaya untuk menuntut ilmu akan terus berjalan sepanjang hayat. Untuk mencapai tingkatan tersebut tidak semua orang bisa mencapainya, butuh kemampuan lebih baik dalam hal intelektual maupun finansial. Untuk dapat menjadi mahasiswa di universitas harus melalui serangkaian ujian seleksi yang sangat sulit dan menyingkirkan puluhan ribu saingan lainnya, tidak cukup sampai di situ agar dapat masuk menjadi mahasiswa di sebuah kampus harus bersiap dengan biaya yang tidak sedikit, yang harus ditanggung oleh orangtua atau malah mahasiswa itu bekerjakeras sendiri untuk membiayai kuliahnya.

Sebagai mahasiswa selain memiliki kelebihan intelektulalitasnya, kita juga mendapat kesempatan untuk mendalami ilmu yang tidak semua orang bisa mendapatkannya, mahasiswa juga punya kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas lagi yang didapatkan dari  kesempatan yang dimilikinya untuk menjangkau pustaka-pustaka yang ada di kampus maupun dengan kesempatannya yang lebih mudah bertemu dengan tokoh-tokoh dalam kampus dan masyarakat. Dinamika kampus juga mampu memberi hal positif  karena kampus terdiri dari mahasiswa yang beragam asalnya, latar belakangnya, agama, pandangan politiknya, kondisi finansialnya dll., sehingga mahasiswa akan dapat lebih menghormati akan keragaman yang ada dalam masyarakat nantinya.

Namun mahasiswa sering terjebak dalam kondisi dimana statusnya dalam kampus hanya diartikan sempit dengan berkutat pada dunia kampus saja. Mahasiswa seperti itu menganggap bahwa tugasnya adalah sekedar belajar di kampus untuk pada akhirnya mencapai nilai IPK yang tinggi. Kalau memang begitu tentu akan sangat sia-sia kelebihan yang dimiliki mahasiswa hanya ditujukan untuk mendapat nilai IPK yang tinggi saja.

Memang tidak salah sebagai mahasiswa kita memiliki beban untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapat nilai yang baik sebagai tanggung jawab kita terhadap orangtua yang telah membiayai kita dan sebagai syarat untuk meniti karir nantinya setelah lulus. Tetapi tanggung jawab mahaiswa tidak hanya itu saja, menjadi mahasiswa tidak lantas terlepas dari dunia di luar kampus. Mahasiswa masih memiliki banyak tanggung jawab lain yang harus dipenuhi. Mahasiswa punya tanggung jawab untuk berkontribusi kepada masyarakat, dimana mahasiswa harus memiliki kepekaan untuk berkontribusi terhadap permasalahan yang terjadi di luar dirinya maupun kegiatan kampus. Baik itu masyarakat umum di lingkungan kampus maupun masyarakat di mana dia tinggal atau malah masyarakat yang lebih luas lagi. Terlebih kita yang ada di universitas negeri, dimana kampus kita dibangun dengan uang masyarakat kecil kita harus lebih memiliki tanggung jawab kepada masyarakat. Untuk itu sebagai mahasiswa diharapkan punya andil dan kontribusi nyata terhadap masyarakat.

Lalu kontribusi seperti apa yang dapat dilakukan mahasiswa untuk masyarakat? Ada banyak kontribusi yang dapat dilakukan mahasiswa untuk masyarakat, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa kontribusi terpenting yang harus dilakukan mahasiswa adalah belajar dan mengasah kemampuannya sebaik mingkin dalam bidang masing-masing sehingga nantinya bisa mengimplementasikan ilmunya dalam masyarakat dan memberi manfaat bagi orang banyak dan dirinya sendiri. Sebagai contoh, kita yang ada di fakultas psikologi, disiplin ilmu kita setelah lulus nanti bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan softskill masyarakat, meningkatkan moral, SDM dan pendidikan masyarakat dsb. Dibawah yang terpenting itu, seorang mahasiswa dapat berkontribusi dengan kemampuan intelektualnya untuk bisa memberi perubahan kondisi masyarakat ke arah yang lebih baik. Ini dapat dilakukan ketika masih menjadi mahasiswa. Selain itu mahasiswa juga dapat berkontribusi sebagai alat kontrol sosial, dimana mahasiswa memiliki keleluasaan untuk memberi kendali dan kritik terhadap pemerintah maupun masyarakat di saat terjadi pelanggaran dan ketidakadilan yang merugikan masyarakat.

Seperti yang dijelaskan di atas tadi sebaagai mahasiswa kita tidak hanya belajar saja, tetapi juga harus bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, tetapi juga tidak melupakan tugasnya sebagai mahasiswa. Jadi pada intinya harus tercipta keseimbangan antara akademik dan sosial pada mahasiswa, sehingga nantinya mampu menghadapi kehidupan masyarakat yang sesungguhnya serta berkontribusi penuh di dalamnya.

Satu Tanggapan

  1. Benar tuh, mahasiswa harus mampu menunjukkan karya nyata untuk pembangunan bangsa, jangan mau di politisasi pihak2 tertentu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: